KOSONG

“Pada nyatanya, manusia ditakdirkan sendirian”

Apa yang nampak, suka atau tidak, pasti akan meninggalkan kita. Entah dengan cara apapun, baik yang kita sukai, pun tidak kita sukai. Hanya kenangan, yang akan selalu mengiringi tiap langkah. Kenangan, akan menghiasi dari waktu ke waktu, hingga kita menemui sesuatu yang lain, dan akhirnya akan menjadi kenangan lagi. Hidup terkadang memang menyedihkan, manusia dipaksa mengingat tiap peristiwa, kejadian, yang pada akhirnya akan meninggalkan mereka. Apa yang kita anggap tetap dan akan memuaskan kita pada akhirnya akan berubah. Apa yang kita perolah akan berubah, dan akan lenyap. Apa yang kita pegang erat-erat juga akan berubah. Apa yang kita perjuangkan dengan seluruh hidup kita akan hilang ditelan angin. pada posisi ini, istilah “segala sesuatu hanya bersifat sementara” terasa benar.

ketika Tuhan mengatakan, bahwa manusia diciptakan berpasang-pasangan, ini tidak sepenuhnya benar. Karena itu hanya bersifat sementara, dan yang abadi adalah kesepian. Kita hidup di ruang hampa, kenyataan hanyalah sebatas ilusi. Manusia hanya dihadapkan pada sebuah masa yang pada akhirnya akan meninggalkan mereka.

Manusia seringkali hidup dengan sebuah harapan, namun harapan akan berubah menjadi kegetiran tatkala ia menghantam rasa kecewa. Kisah yang tergantung dengan sebuah pengharapan nampak menjadi sia-sia. Begitupun dengan rasa yang disandarkan pada sebuah keyakinan, ia akan mati ketika terbentur dengan ruang hampa.

Saat manusia mulai merasa nyaman dengan apa yang dimilikinya, ia akan terjatuh dan menyadari bahwa tidak ada satupun yang abadi bersamanya. Pada nyatanya, manusia ditakdirkan sendirian. Kepedihan sering datang tiba-tiba, dan semuanya hilang begitu saja. Kekeringan bathin menjadi lukisan keseharian. kelemahan, kekerdilan, dan kerapuhan jadi warna pengalaman. Penuh ketergesaan, kehampaan serta diburu busur kecemasan. Kita mendamba sebuah kesunyian yang rinai, menjelajahi makna hidup lewat semadi, sebuah jeda.

Kesendirian, seperti yang dikatakan Heidegger, merupakan faktisitas manusia, ia merupakan sesuatu yang tidak bisa dipilih oleh manusia. Dan akhirnya, tidak ada yang bersama manusia selain ketersendiriannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.