KEKUATAN CINTA: REVIEW CANTIK ITU LUKA

 

“Menikahi Seseorang yang tidak kau cintai merupakan hal terburuk daripada hidup sebagai pelacur”

Ma Gedik adalah lelaki tua yang hidup di Halimunda. Pada masa mudanya ia telah kehilangan Ma Iyang, kekasih yang sangat ia cintai setelah direbut dan dijadikan gundik oleh orang Belanda. Setelah penantian selama enam belas tahun mereka akhirnya bertemu kembali di sebuah bukit cadas. Menyadari tak kan mungkin turun dari atas bukit dan hidup saling mencintai seperti pasangan pada umunya karena mereka akan ditangkap bahkan seblum sampai kerumah oleh orang-orang Belanda yang menunggu di bawah bukit. Ma Iyang mengajaknya turun dari bukit, dengan cara terbang. Itu tidak mungkin, kata Ma Gedik. Tetapi Ma Iyang tetap bersikukuh dan membuktikan bahwa ia bisa terbang, dan kemudian ia loncat bagai mutiara jatuh kedasar lembah. Ia hilang di balik kabut. Sementara itu Ma Gedik hanya bisa berteriak dengan suara yang amat menyedihkan.

Kekasihnya kini telah hilang, terbang ke awan dengan cara menjatuhkan diri dari atas bukit. Hal itu diyakini Ma Gedik, karena mayatnya tidak ditemukan di dasar lembah sekalipun. Hal ini sangat menyedihkan hati Ma Gedik. Ia sering meratapi Kenapa ia tidak mengikuti ajakan kekasihnya untuk terbang – atau lebih tepat terjun dari atas bukit – dan hidup bersama selamanya diatas awan.

Mungkin inilah yang menyebabkan Dewi Ayu, wanita sekaligus pelacur paling tersohor di Halimunda untuk menikahi Ma Gedik, meskipun dengan cara paksa.

Namun akhhirnya Ma Gedik meninggal. Setelah menikah dengan Dewi Ayu, wanita yang tidak ia cintai, ia dengan rasa depresi berat pergi ke bukit cadas tempat ia dulu bertemu dengan Ma Iyang dan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Ma Iyang. Loncat dari atas bukit. Ia loncat dan mengepakkan tangannya seolah dia memiliki sayap seperti burung. Tapi ia terjun bebas seperti batu yang dilempar dari atas ketinggian dan melesat jauh kedasar bukit. Ia mati seketika, dengan tubuh hancur berkeping-keping.

Cerita cinta Ma Gedik, menurut saya, yang telah menyetir sedemikian rupa kehidupan Halimunda berpuluh-puluh tahun berikutnya. Arwahnya mengikuti setiap langkah kehidupan kota itu, khususnya kehidupan Dewi Ayu beserta keluarganya. Karena Dewi Ayu adalah keturuanan dari Ted Stammler, orang Belanda yang merenggut kekasihnya, Ma Iyang.

Dengan cerita yang dramatis dan satir, Eka Kurniawan menceritakan kehidupan orang-orang Halimunda dari masa ke masa. Mulai dari masa kolonial Belanda, Jepang, masa Revolusi, tragedi 1965, hingga masa-masa berikutnya. Eka Kurniawan mencoba menceritakan sejarah Indonesia dengan menggunakan gaya bahasa vulgar. Seperti katanya, ia tak ingin ‘membunuh’ bahasa. Selain itu, Eka juga memberi bumbu mistis pada karyanya ini. Misalnya seperti munculnya hantu-hantu komunis, bisa ditafsirkan dalam dua makna, betul-betul hantu seperti lazimnya pada cerita rakyat Indonesia kebanyakan, dan juga ‘hantu’ sebagai bayang-bayang ideologi yang dulu sempat mapan di negeri ini.

Eka berhasil menciptakan karakter tokoh yang kuat. Dewi Ayu, Shodanco, Kamerad Kliwon, Maman Gendeng, dan keempat anaknya, dengan tiga orang cantik rupawan, dan satu buruk rupa.

Pemilihan nama Cantik bagi anak bungsu Dewi Ayu yang buruk rupa merupakan sebuah ironi. Ditengah kehidupan dirinya yang diberkahi diri cantik dan juga ketiga anak sebelumnya yang juga sama cantiknya memberikan penegasan bahwa cantik dalam arti literer sering menggiring pada ketidaknyamanan dalam kehidupannya. Misalnya betapa karena kecantikannya, ia dijadikan pelacur pada masa okupasi Jepang, termasuk ia harus menerima keempat anaknya yang entah siapa bapaknya. Hal ini juga berlaku kepada ketiga anaknya yang cantik, yang tanpa daya harus menikahi orang-orang yang tidak dicintainya. Alamanda harus menikah dengan Shodanco setelah ia diperkosa Shodanco. Adinda harus menikahi Kamerad Kliwon meskipun Adinda tahu Kamerad Kliwon lebih mencintai Alamanda. Dan Maya Dewi harus menikah pada usia 12 tahun dengan Maman Gendeng karena Dewi Ayu takut anaknya yang bungsu – sebelum kelahiran Cantik – tumbuh menjadi remaja yang nakal dan sering mempermainkan cinta laki-laki yang mengejarnya – ini diwarisi oleh Alamnda, ia sering mempermainkan cinta laki-laki meskipun pada akhirnya ia mencintai Kamerad Kliwon secara tulus dan menikahi Shodanco dengan terpaksa.

Begitulah, Dewi Ayu sangat bahagia ketika anak keempatnya yang buruk rupa lahir, dan memberinya nama Cantik.

Bagi saya, membaca buku Cantik Itu Luka seperti membaca buku sejarah, filsafat, dan sastra sekaligus. Dengan alur yang mudah dipahami Eka dengan baik menggambarkan dengan detil setiap tokohnya dengan berbagai kehidupan sosialnya. Mungkin hal ini juga dapat menjadi cara alternatif bagi siapapun yang membaca buku ini untuk memhami landscape kehidupan Indonesia.

Pada akhirnya, buku ini mengajarkan kita – setidaknya saya – betapa besar kekuatan cinta. Ia dapat terus tumbuh dan mempengaruhi kehidupan bahkan dari alam kubur. Cinta seringkali membutakan perbuatan kita. Ketika Dewi Ayu menikahi Ma Gedik. Ketika Krisan menggali kuburan Adinda dan membawa mayatnya pulang. Ketika Kinkin menembaki seluruh anjing yang ditemuinya – karena Maya Dewi mengaku ia hamil diperkosa anjing – karena betapa besar cintanya terhadap Maya Dewi, termasuk kehadiran arwah Ma Gedik yang ternyata selalu mencampuri bahkan dibalik semua tragedi yang terjadi di Halimunda, dan mengutuk kehidupan Dewi Ayu. Semua atas dorongan cinta. Cinta dapat memberikan kebahagian, dan juga karenanya, cinta dapat menimbulkan kebencian yang tak pernah terbayangkan.

Keterangan buku:

Judul Buku      : Cantik Itu Luka

Penulis             : Eka Kurniawan

Penerbit           : Gramedia Pustaka 2004

Halaman          : 479 hlm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.